Kepala Dinas Peternakan Jatim, Suparwoko Adiesoemarto, mengatakan, program insentif itu merupakan realisasi
Mengenai penyaluran dananya, Suparwoko menjelaskan, masing-masing peternak yang mempunyai sapi bunting akan mendapat bantuan sebesar Rp500 ribu. Dana itu digunakan untuk vaksinasi janin dari penyakit brocelosis yang dapat menyebabkan keguguran. "Uang itu bisa berguna bagi peternak, karena mampu meringankan biaya operasional perawatan," katanya.
Selain untuk vaksinasi, dana insentif juga dapat digunakan untuk membeli tambahan pakan ternak dan konsentrat. Harapannya, jika stok pakan cukup, indukan maupun anakan yang dilahirkan dapat mencapai berat badan ideal.
Upaya agar dana itu tidak disalahgunakan, maka penyalurannya bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dengan membentuk petugas pemeriksa kebuntingan (PKB) yang bertugas untuk mendeteksi kebuntingan ternak.
Petugas ini terdiri dari
Selain program dana insentif, lanjut Soeparwoko, dalam meningkatkan populasi ternak di Jatim. Pemerintah juga membuat kebijakan pelarangan pemotongan sapi produktif. Bagi rumah pemotongan hewan (RPH) yang melanggar aturan tersebut, pemerintah tidak segan akan menindak tegas dengan mencabut izin usahanya.
Banyaknya RPH memotong sapi produktif ini, sebagai dampak penyetopan impor sapi Australia beberapa lalu. sehingga disaat permintaan meningkat, harga daging naik, maka RPH liar tertarik untuk menyembelih sapi-sapi produktif.
Karena itu untuk mengantisipasi maraknya pemotongan sapi produktif, pemerintah saat ini telah membentuk program penyelamatan. Teknisnya, dengan membentuk kelompok masyarakat peternak untuk membeli sapi produktif dari pemotongan dengan cara dibeli dengan dana hibah dari pemerintah.
Sapi produktif usia 1,5 tahun atau maksimal sudah beranak empat yang akan disembelih, akan diselamatkan oleh peternak untuk dikembangbiakan. Penyelamatan ini dengan membeli sapi tersebut dari anggaran dana hibah pemerintah.
Pemkab Sumenep, Madura, dipastikan bakal mencairkan Dana Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD 2010) pada awal Juni mendatang. "Bulan depan sudah dicairkan. Cuma pencairan dananya dana itu tidak bisa saja tidak dilakukan untuk seluruh aparatur desa yang tersebar di 328 desa. Karena hingga saat ini ada beberapa desa yang belum menyerahkan berkas administrasi proses pencairannya,
Bupati Sumenep, Madura, Ramdlan Siraj, mewanti-wanti seluruh kepala desa (Kades) untuk senantiasa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan tidak stagnan. "Mengingat tugas dan kewajiban kepala desa saat ini harus selalu berorientasi pada pembaharuan dan pembangunan.,menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Makin banyaknya tumpukan barang bekas atau barang rongsokan milik warga Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, tampaknya kian banyak dikeluhkan warga. Meraka meminta sejumlah pihak terkait, segera memberi tegoran pada pemilik usaha barang rongsokan itu.
Madura - Sebanyak 12 titik sumur yang ada di Pulau Madura, diprediksi kuat menyimpangan kandungan gas alam (minyak) yang melimpah. Saat ini, di beberapa titik sumur tersebut sudah memasuki tahap ekplorasi, yang dilakukan oleh pihak SPE Petroleum Ltd. Adapun rinciannya sebanyak 7 titik ada di kabupaten Bangkalan, Sampang sebanyak 2 titik dan sisanya 3 titik berada di kabupaten Sumenep. sementara, untuk wilayah kabupaten Pamekasan, hingga saat ini masih belum ditemukan sumur gas.